Minggu, 17 Agustus 2014

Tips Trik kamera Saku


Tiap kamera punya kemampuan berbeda-beda. Hal ini tergantung dari sensor dan berbagai fasilitas yang ada pada kamera itu. Baca buku manual dan coba fungsi-fungsi yang ada satu persatu hingga anda mengenali karakter kamera anda.
2.Jangan menggunakan Flash kalau tidak diperlukan
Flash pada kamera pocket umumnya mempunyai kualitas yang kurang baik. Bahkan bisa membuat foto terlihat asal terang, dengan membuat objek utama lebih terang dan latar belakang gelap. Pelajari karakter flash pada kamera anda agar anda dapat membuat foto yang terlihat natural seolah-olah tanpa menggunakan flash.
3.Jangan menggunakan Digital Zoom
Ada dua jenis Zoom pada kamera digital, optikal zoom dimana zoom dilakukan dengan menggunakan lensa dan digital zoom dimana yang digunakan adalah software dari kamera. Digital zoom sama seperti anda menggunakan software pengolah foto untuk membesarkan foto anda. Hasilnya kualitas foto menurun bahkan menimbulkan noise (bintik-bintik) pada foto anda dikarenakan pembesaran yang kurang baik. Matikan fungsi Digital Zoom pada kamera, dan gunakan software pengolah foto (seperti photoshop) untuk melakukan pembesaran pada objek yang anda inginkan.
4.Pelajari Komposisi
Karena pada kamera pocket umumnya tidak ada fungsi Manual (kecuali untuk kamera pocket yang mewah) ilmu fotografi yang paling penting dan dapat diaplikasikan adalah komposisi. Ada beberapa komposisi yang wajib diketahui agar foto anda lebih baik dan indah, seperti misalnya komposisi sepertiga, komposisi pengulangan dan sebagainya (bisa dicari dari google). Dengan memanfaatkan teori komposisi dengan benar, maka foto anda akan menjadi lebih baik.
5.Perhatikan cara memotret anda.
Terkadang hal ini terlihat sepele, tapi efeknya fatal. Cara memegang kamera yang salah bisa membuat foto anda rusak. Jari yang menutupi flash misalnya akan membuat foto anda gelap, atau tangan yang tidak bertumpu dengan benar sehingga menimbulkan goyangan pada kamera. Perhatikan cara anda memotret dan jika ada yang salah perbaiki.
6. Setel ukuran foto ke maksimal
Kadang untuk menghemat memory, orang menyetel ukuran file ke Small. Memang cukup untuk dilihat di display kamera, tapi untuk dicetak, file small tidak akan menghasilkan foto yang bagus. Kita tidak akan tau kebutuhan kita. Terkadang orang ingin membesarkan foto misalnya untuk foto keluarga, tapi karena filenya kecil foto yang dicetak tidak akan bagus hasilnya. Biasakan menyetel ukuran foto ke Maksimal (large)
7. Gunakan Software pengolah foto
Pada era digital, pengolah foto memang diperlukan untuk memperbaiki kualitas foto. Jika ada foto yang disukai tapi hasilnya kurang baik, program pengolah foto akan sangat membantu. Ada aneka pengolah foto yang dapat digunakan. Pilihlah yang termudah untuk anda gunakan dan sesuai dengan kebutuhan. Jangan nekat membeli program Photoshop seharga lebih dari US$ 1000 untuk penggunaan sebatas pengaturan gelap terang. Masih banyak program gratisan yang dapat digunakan untuk pengolahan standar.

Teknik Kamera Dslr

Teknik slowspeed adalah jika benda yag bergerak cepat dipotret dengan speed shutter rendah, maka hasilnya gambar akan tampak kabur, seakan – akan disapu, namun latar belakang jelas. Efek ini terkadang bagus dan menimbulkan sense of motion dari benda yang dipotret.
Teknik freeze yaitu speed cepat kita gunakan untuk memotret benda yang bergerak. Semakin cepat pergeraan benda tersebut, maka semakin besar angka speed shutter yang kita butuhkan.
Teknik Panning yaitu dengn menggerakan kamera kearah gerakan objek (panning) bertepatan dengan melepas tombol. Hasil gambarnya latar belakang kabur, tetapi gambar subjek jelas. Seberapa jelas atau kaburnya subjek tergantung pada cepat atau lambatnya gerakn panning. Jika gerakannya bersama – sama dengan gerakan subjek, maka gambar yang dihasilkan jelas. Sebaliknya jika kamera lebih cepat atau lebih lambat dari gerakan subjek, maka hasil akan blur (kabur).

Apa itu ISO

ISO adalah ukuran sensitivitas  sensor terhadap cahaya. Ukuran dimulai dari angka 50, 80, atau 100 dan akan berlipat ganda sampai 3200 atau lebih besar lagi. ISO dengan ukuran angka kecil berarti sensitivitas terhadap cahaya rendah, ISO dengan angka besar berarti sebaliknya. ISO dengan angka besar atau disebut ISO tinggi akan menurunkan kualitas gambar karena muncul bintik-bintik yang dinamakan  “noise”. Foto akan terlihat berbintik-bintik seperti pasir dan detail yang halus akan hilang. Tapi untuk kondisi yang sulit seperti sedikit cahaya dalam ruangan ISO tinggi sering kali diperlukan
Internasional Standard Organization atau disingkat menjadi ISO, sama artinya dengan ASA (America Standard Organization). Di era kamera analog, ISO dikenal dengan ASA. Dulu ASA tergantung dari film yang terpasang di dalam kamera. Sekarang ISO bisa diubah kapan pun kita menghendaki melalui kamera DSLR

Foto dengan ISO rendah (100) tampak padat dan tajam
Menner Belanda menyebutnya DIN (Deutsche Industrie Norm), yaitu kepekaan sensor CCD menangkap cahaya yang mengenai objek. Semakin tinggi ISO, semakin peka terhadap cahaya. Apabila cahaya dirasa kurang  atau agak gelap, ISO tinggi sangat diperlukan untuk memaksimalkan shutter speed maupun aperture. Artinya, dengan seting ISO tinggi pada pencahayaan minim anda dapat menaikkan shutter speed agar gambar tidak kabur karena getaran kamera DSLR atau memperkecil aperture untuk mendapatkan ruang tajam yang sempurna. Tapi perlu diingat, semakin tinggiISO yang digunakan, akan semakin tinggi tingkat grainy yang dihasilkan. Grainy disini akan membuat gambar tidak tajam, perumpaannya seperti kulit yang pori-porinya terbuka lebar. Sebaliknya, ISO rendah (ASA-60, ASA-100) menghasilkan foto dengan nada warna lebih padat dan sempurna. Pemotretan siang hari diluar ruangan sebaiknya menggunakan  ASA rendah.